HEMS – Heavy Equipment Management System

tutorial hems

HEMS – Heavy Equipment Management System adalah suatu software untuk membantu dalam manajemen bisnis rental, operasional dan perawatan alat berat.

Sebagai suatu system manajemen yang focus pada manajemen bisnis rental, operasional dan perawatan sebenarnya tidak hanya menangani alat berat namun lebih kepada peralatan pada umumnya, yaitu alat berat seperti excavator, dozer dan lain-lain, kendaraan berat seperti dumtruck, mobile crane, mesin seperti genset, kendaraan ekspedisi seperti ligh truck, trailer, dan peralatan berat lainnya yang berupakan gabungan dari beberapa unit seperti tower crane, AMP ( asphalt mixer plant) , BP ( baching plant) dan jangan lupa alat-alat ringan dan pendukung pada peralatan konstruksi dan tambang.

Dalam HEMS terdapat 4 modul utama yaitu :

  1. PERALATAN

Modul peralatan ini merupakan modul utama data detail seluruh peralatan baik sebagai fixed asset maupun sebagai factor produksi.

Dalam mudul ini berisi data ID biasanya merupakan nomor lambung atau nomor indentifikasi lainnya, nama peralatan, misalnya excavator, type peralatan, dan kategori kategori inilah yang membagi asset dalam beberapa kelompok seperti alat berat, equipment, ekspedisi, kendaraan operasional, peralatan IT dan lain-lain.

Dalam peralatan ini juga terdapat data legalitas, data teknis, value, foto fisik dan juga terdapat ringkasan historical service ( maintenance ) dan proyek.

  • PROYEK

Modul ini data master proyek, entry proyek, penyewa atau pemilik proyek, sarat kontrak sewa, lama kontrak sewa, perhitungan sewa dan monitoring kontrak sewa serta proses penerbitan invoice penagihan serta pencatatan dan monitoring proses pembayarannya.

  • OPERASIONAL

Modul ini mencatat proses mobilisasi dan demobilisasi peralatan yang telah dicatat kontraknya dalam modul proyek, setiap peralatan yang telah di mobilisasi ke proyek baru dapat dicatat pergerakannya ( menggunakan time sheet ).

Proses ini mencatat jam kerja operator, jam kerja mesin, waktu operasional. Waktu idle, istirahat dan breakdown, yang dari dasar data ini akan dipakai sebagai dasar dari penerbitan invoice.

Peneribitan invoice dalam HEMS terdiri dari beberapa versi yaitu : mencatat jam berdasarkan jam kerja mesin di lapangan ( menggunakan time sheet), time sheet berdasarkan volume hasil kerja, harian kalender, gabungan unit dan lain-lain.

Pada pencatatan time sheet dapat pula dipakai sebagai pencatatan P2H ( Pemeriksaan dan perawatan harian ) yang datanya secara otomatis akan dapat diambil bagian maintenance sebagai dasar pekerjaan proses perbaikan dan perawatan.

  • MAINTENANCE

Modul maintenance di HEMS ini mencatat secara detail proses pengerjaan maintenance, mulai dari WR ( work request ) yaitu permintaan pengerjaan service dari operator kepada bagian maintenance, proses pengerjaan maintenance berdasarkan data P2H, dasar pengerjaan maintenance berdasarkan plan ( perencanaan maintenance dari planner, dapat juga proses repair atas permintaan operator karena adanya kerusakan pada saat operasi.

Pada modul ini dapat dilaporkan historical service, yaitu Riwayat perawatan atau maintenance dan proses pengerjaannya, laporan periodical, bulanan atau tahunan maintenance, serta laporan konsumsi sparepart yang digunakan.

  • PENDUKUNG

Berisi data karyawan terutama operator dan mekanik serta pengawas lapangan, yang dapat diperluas menjadi data untuk keperluan HRD.
Analisa data berupa grafik MA ( Machine availability ), UA. MTBF dan MTTR.

laporan unjuk kerja alat

Terdapat juga modul tambahan yaitu manajemen user dan manajemen data base.
Untuk lebih jelasnya akan kami rinci satu per satu secara detail.

heavy equipment managemn system

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *